Tradisi Leluhur Pemakaman Trunyan Kintamani Bali

Kamis, April 19th 2018. | MISTIK NEWS

Tradisi Leluhur Pemakaman Trunyan Kintamani Bali

 

 

 

 

 

 

Masyarakat Trunyan mempunyai tradisi pemakaman di mana jenazah dimakamkan atau diletakkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah.adalah suatu tradisi turun temurun yang unik dan berbeda meskipun dalam satu wilayah di Bali.

Desa Trunyan Adat mengatur menguburkan mayat bagi warganya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memakamkan di Sema Wayah, warga Desa Trunyan memiliki aturan khusus. http://www.pusakacenter.com/hubungi-kami/ Hanya jenazah yang meninggal secara wajar dan telah menikah yang dapat dimakamkan di sana.Di lokasi Sema Wayah hanya terdapat 11 “makam” yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk segitiga (Ancak Saji), dan berfungsi untuk melindungi jenazah dari serangan binatang buas. Bila ada jenazah baru, jenazah yang sudah berbentuk tulang akan dipindahkan.

Sementara, untuk warga yang Ulah Pati dan Salah Pati, yaitu yang meninggal masih meninggalkan luka dan penyebab kematiannya tidak wajar seperti kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri, atau ada bagian tubuh yang tidak utuh, akan dimakamkan dengan cara dikubur di Sema Bantas.

Sama halnya bagi warga yang masih anak-anak serta yang telah dewasa atau berusia lanjut tapi belum menikah, akan dikuburkan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa).

Perempuan desa dilarang untuk mengunjungi pemakaman-pemakaman itu, demi menghindari kesedihan yang mendalam saat ada kerabat atau keluarga yang meninggal.

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema (kuburan) itu tidak menimbulkan bau, masih menjadi misteri bila dikaji secara alamiah, tetapi terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut, yang diperkirakan disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Dalam pemikiran orang awam bisa dipastikan membayangkan, bau busuk akan menyebar kemana mana yang ditimbulkan dari jenazah tersebut. Namun tidaklah demikian yang terjadi, tidak ada bau busuk dari jenazah tersebut. Karena di pemakaman Desa Trunyan ada sebuah pohon besar bernama Taru Menyan yang tumbuh lebat di pintu masuk pemakaman. Seperti mukjizat dari pohon ini dipercaya mampu menghilangkan bau busuk yang ditimbulkan oleh jenazah. Konon, pohon ini juga menjadi asal usul terciptanya desa bernama Trunyan.

Menurut legenda, jaman masa lampau pohon Taru Menyan ini dulu baunya sampai tercium hingga Kerajaan di Jawa yang jaraknya beratu-ratus kilometer dari Bali. Karena bau wangi itulah, empat bersaudara dari Kerajaan di Jawa tersebut mencoba untuk mencari sumbernya. Hingga empat bersaudara yang terdiri dari satu perempuan dan tiga anak laki-laki itu rela mengarungi daratan hingga ganasnya lautan untuk bisa menemukan sumber bau tersebut. Pada akhirnya mereka sampai pada Desa Trunyan dan menemukan sumber bau yang sangat harum tersebut. Dimana bau yang harum itu bersumber dari pohon besar yang bernama Taru Menyan.

Namun setelah menemukan sumber bau wangi tersebut, kakak sulung dari empat bersaudara itu justru jatuh cinta pada seorang Dewi yang menjadi penunggu pohon Taru Menyan. Tak berselang lama, kakak sulung tersebut akhirnya menikahi sang Dewi. Setelah menikah, hadirlah sebuah kerajaan kecil yang letaknya persis ditepi danau Batur, tempat pohon itu tumbuh. Meskipun sang Dewi telah menikah, namun pohon Taru Menyan masih terus mengeluarkan bau yang sangat harum. Karena takut diserang oleh kerajaan lain karena bau semerbak dari pohon Taru Menyan, maka sang Raja memerintahkan penduduk kerajaan menghilangkan bau wangi dengan cara meletakkan beberapa jenazah tepat dibawah pohon tersebut. Cara itu ternyata berhasil, karena pohon Taru Menyan sudah tak mengeluarkan bau wangi dan jenazah yang ada dibawah pohon itu juga tak mengeluarkan bau busuk.

Sampai saat ini masyarakat Desa Trunyan masih melakukan pemakaman dengan cara meletakkan jenazah begitu saja dibawah pohon Taru Menyan. Namun yang dimakamkan di tempat tersebut hanyalah orang yang berhati mulia dan meninggal dengan cara wajar.

Taru Menyan Pohon Ajaib Berusia Ribuan Tahun Yang Hanya Bisa Tumbuh di Bali

 

 

 

 

 

 

 

Pohon Berusia Sebelas Abad dan Terus Tumbuh
Pohon Taru Menyan yang ada di desa Trunyan memiliki usia kurang lebih sebelas abad atau lebih dari seribu tahun. Pohon ini konon yang tertua di Bali dan masih bisa tumbuh hingga sekarang. http://www.pusakacenter.com/hubungi-kami/ Penduduk setempat meyakini bahwa pohon ini adalah pohon keramat yang bisa yang tumbuh dengan mengambil nutrisi dari alam dan juga dari mayat yang ada di bawahnya.

Sulur-sulur pohon yang memanjang dipercaya mampu menyerap apa saja yang ada di sekitarnya. Bahkan mempunyai energy ampuh, jika aura negatif juga diserap oleh pohon ini sehingga kawasan ini jadi bersih dianggap suci dan sakral. Meski terlihat mengerikan kawasan Trunyan justru bersih baik dari segi lahiriah maupun batiniah.

Tidak akan Bisa Tumbuh di Daerah Lain
Kemampuan pohon Taru Menyan ini sangatla unik, tentu saja banyak orang berharap dapat menanamnya juga di rumah. Mereka mulai mencari cara bagaimana memperbanyak pohon yang ada di pintu masuk desa Trunyan.  http://www.pusakacenter.com/hubungi-kami/ yang terjadi meski beragam cara sudah dilakukan, pohon ini sama sekali tidak bisa hidup di luar kawasan Trunyan yang dikenal sangat sakral ini.

 

 

 

 

 

 

Beberapa ahli tanaman masih meneliti penyebab kenapa tanaman ini tidak mau hidup di tempat lain. Padahal berbagai macam prosedur sudah dilakukan dengan baik. Menurut penduduk setempat, Taru Menyan bukanlah pohon biasa dipercaya pohon ini mempunyai kekuatan seperti dewa. Pohon ini hanya tumbuh di sini dan tidak akan bisa tumbuh di daerah lain bagaimana pun caranya.

tags: