Makna Panakawan Dalam Spiritual

Sabtu, Februari 11th 2017. | Khodam Ampuh

Makna Panakawan Dalam Spiritual

Salam Sejahtera, Kami Keluarga Besar Pusaka Center – Pusat Benda Mistik Bertuah Sakti, mempersembahkan yang istimewa untuk anda

Dimaharkan Kuningan Sosok Panakawan Bertuah ini dihuni oleh Jenis Khodam Ampuh yang memiliki Power Magis Dahsyat, Tuah yang terkandung memiliki Sifat Permanen / Selamanya:

Makna Panakawan Dalam Spiritual

Istilah panakawan berasal dari kata Pana yang bermakna “paham”, dan Kawan yang bermakna “teman”. Maksudnya ialah, para panakawan tidak hanya sekadar abdi atau pengikut biasa, namun mereka juga memahami apa yang sedang menimpa majikan mereka. Bahkan seringkali mereka bertindak sebagai penasihat majikan mereka tersebut.

Kelompok ini terdiri Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong ( Cepot: Sunda ). Mereka menggambarkan kelompok panakawan yang jujur, sederhana, tulus, berbuat sesuatu tanpa pamrih, tetapi memiliki pengetahuan yang sangat luas, cerdik, dan mata batinnya sangat tajam.
Ki Lurah Semar, khususnya, memiliki hati yang “nyegoro” atau seluas samudra serta kewaskitaan dan kapramanan-nya sedalam samudra. Hanya satria sejati yang akan menjadi asuhan Ki Lurah Semar. Semar hakekatnya sebagai manusia setengah dewa, yang bertugas mengemban / momong para kesatria sejati.
Ki Lurah Semar disebut pula Begawan Ismaya atau Sang Hyang Ismaya, karena eksistensinya yang teramat misterius sebagai putra Sang Hyang Tunggal umpama dewa mangejawantah. Sedangkan julukan Ismaya artinya tidak wujud secara wadag/fisik, tetapi yang ada dalam keadaan tersamar/semar. Dalam uthak-athik-gathuk secara Jawa, Ki Semar dapat diartikan guru sejati (sukma sejati), yang ada dalam jati diri kita. Guru sejati merupakan hakekat Zat tertinggi yang terdapat dalam badan kita. Maka bukanlah hal yang tidak mungkin bila hakekat guru sejati yang disimbolkan dalam wujud Ki Lurah Semar, memiliki kemampuan sabda pendita ratu, ludahnya adalah ludah api (idu geni). Apa yang diucap guru sejati menjadi sangat bertuah,

Kelompok punakawan ini bertugas :
Menemani (mengabdi) para bendhara (juragan / bos) nya yang memiliki karakter luhur budi pekertinya. Tugas panakawan adalah sebagai “pembantu” atau abdi sekaligus “pembimbing”. Tugasnya berlangsung dari masa ke masa.
Dalam cerita pewayangan, kelompok ini lebih sebagai penasehat spiritual, pamomong, kadang berperan pula sebagai teman bercengkerama, penghibur di kala susah.
Dalam percengkeramaannya yang bergaya guyon parikena atau saran, usulan dan kritikan melalui cara-cara yang halus, dikemas dalam bentuk kejenakaan kata dan kalimat. Namun di dalamnya selalu terkandung makna yang tersirat berbagai saran dan usulan, dan sebagai pepeling akan sikap selalu eling dan waspadha yang harus dijalankan secara teguh oleh bendharanya yang jumeneng sebagai kesatria besar.
Pada kesempatan tertentu punakawan dapat berperan sebagai penghibur selagi sang bendhara mengalami kesedihan.
Pada intinya, Ki Lurah Semar dkk bertugas untuk mengajak para kesatria asuhannya untuk selalu melakukan kebaikan atau kareping rahsa (nafsu al mutmainah). Dalam terminologi Islam barangkali sepadan dengan istilah amr ma’ruf.

Dalam perspektif spiritual, Ki Lurah Semar mewakili watak yang sederhana, tenang, rendah hati, tulus, tidak munafik, tidak pernah terlalu sedih dan tidak pernah tertawa terlalu riang. Keadaan mentalnya sangat matang, tidak kagetan dan tidak gumunan. Ki Lurah Semar bagaikan air tenang yang menghanyutkan, di balik ketenangan sikapnya tersimpan kejeniusan, ketajaman batin, kaya pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan. Ki Lurah Semar menggambarkan figur yang sabar, tulus, pengasih, pemelihara kebaikan, penjaga kebenaran dan menghindari perbuatan dur-angkara. Ki Lurah Semar juga dijuluki Badranaya, artinya Badra adalah rembulan, Naya wajah.

2. Nala Gareng
Nala adalah hati, Gareng (garing) berarti kering, atau gering, yang berarti menderita. Nala Gareng berarti hati yang menderita. Maknanya adalah perlambang “laku” prihatin. Namun Nala Gareng diterjemahkan pula sebagai kebulatan tekad. Dalam serat Wedhatama disebutkan gumeleng agolong-gilig. Merupakan suatu tekad bulat yang selalu mengarahkan setiap perbuatannya bukan untuk pamrih apapun, melainkan hanya untuk netepi kodrat Hyang Manon. Nala Gareng menjadi simbol duka-cita, kesedihan, nelangsa. Sebagaimana yang tampak dalam wujud fisik Nala Gareng merupakan sekumpulan simbol yang menyiratkan makna sbb:

Mata Juling:
Mata sebelah kiri mengarah keatas dan ke samping. Maknanya Nala Gareng selalu memusatkan batinnya kepada Hyang Widhi.

Lengan Bengkok atau cekot/ceko :
Melambangkan bahwasannya manusia tak akan bisa berbuat apa-apa bila tidak berada pada kodrat atau kehendak Hayng Widhi.

Kaki Pincang, jika berjalan sambil jinjit :
Artinya Nala Gareng merupakan manusia yang sangat berhati-hati dalam melangkah atau dalam mengambil keputusan. Keadaan fisik nala Gareng yang tidak sempurna ini mengingatkan bahwa manusia harus bersikap awas dan hati-hati dalam menjalani kehidupan ini karena sadar akan sifat dasar manusia yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan.

Mulut Gareng :
Mulut gareng berbentuk aneh dan lucu, melambangkan ia tidak pandai bicara, kadang bicaranya sasar-susur (belepotan) tak karuan. Bicara dan sikapnya serba salah, karena tidak merasa percaya diri. Namun demikian Nala Gareng banyak memiliki teman, baik di pihak kawan maupun lawan. Inilah kelebihan Nala Gareng, yang menjadi sangat bermanfaat dalam urusan negosiasi dan mencari relasi, sehingga Nala Gareng sering berperan sebagai juru damai, dan sebagai pembuka jalan untuk negosiasi. Justru dengan banyaknya kekurangan pada dirinya tersebut, Nala Gareng sering terhindar dari celaka dan marabahaya.

3. Petruk Kanthong Bolong
Ki Lurah Petruk adalah putra dari Gandarwa Raja yang diambil anak oleh Ki Lurah Semar. Petruk memiliki nama alias, yakni Dawala. Dawa artinya panjang, la, artinya ala atau jelek. Sudah panjang, tampilan fisiknya jelek. Hidung, telinga, mulut, kaki, dan tangannya panjang. Namun jangan gegabah menilai, karena Lurah Petruk adalah jalma tan kena kinira, biar jelek secara fisik tetapi ia sosok yang tidak bisa diduga-kira. Gambaran ini merupakan pralambang akan tabiat Ki Lurah Petruk yang panjang pikirannya, artinya Petruk tidak grusah-grusuh (gegabah) dalam bertindak, ia akan menghitung secara cermat untung rugi, atau resiko akan suatu rencana dan perbuatan yang akan dilakukan. Petruk Kanthong Bolong, menggambarkan bahwa Petruk memiliki kesabaran yang sangat luas, hatinya bak samodra, hatinya longgar, plong dan perasaannya bolong tidak ada yang disembunyikan, tidak suka menggerutu dan ngedumel.
Dawala, juga menggambarkan adanya pertalian batin antara para leluhurnya di kahyangan (alam kelanggengan) dengan anak turunnya, yakni Lurah Petruk yang masih hidup di mercapada. Lurah Petruk selalu mendapatkan bimbingan dan tuntunan dari para leluhurnya, sehingga Lurah Petruk memiliki kewaskitaan mumpuni dan mampu menjadi abdi dalem (pembantu) sekaligus penasehat para kesatria.
Petruk Kanthong Bolong wajahnya selalu tersenyum, bahkan pada saat sedang berduka pun selalu menampakkan wajah yang ramah dan murah senyum dengan penuh ketulusan. Petruk mampu menyembunyikan kesedihannya sendiri di hadapan para kesatria bendharanya. Sehingga kehadiran petruk benar-benar membangkitkan semangat dan kebahagiaan tersendiri di tengah kesedihan. Prinsip “laku” hidup Ki Lurah Petruk adalah kebenaran, kejujuran dan kepolosan dalam menjalani kehidupan. Bersama semua anggota Punakawan, Lurah Petruk membantu para kesatria Pandhawa Lima (terutama Raden Arjuna) dalam perjuangannya menegakkan kebenaran dan keadilan.

4. Bagong
Bagong adalah anak ketiga Ki Lurah Semar. Secara filosofi Bagong adalah bayangan Semar. Sewaktu Semar mendapatkan tugas mulia dari Hyang Manon, untuk mengasuh para kesatria yang baik, Semar memohon didampingi seorang teman. Permohonan Semar dikabulkan Hyang Maha Tunggal, dan ternyata seorang teman tersebut diambil dari bayangan Semar sendiri. Setelah bayangan Semar menjadi manusia berkulit hitam seperti rupa bayangan Semar, maka diberi nama Bagong. Sebagaimana Semar, bayangan Semar tersebut sebagai manusia berwatak lugu dan teramat sederhana, namun memiliki ketabahan hati yang luar biasa. Ia tahan menanggung malu, dirundung sedih, dan tidak mudah kaget serta heran jika menghadapi situasi yang genting maupun menyenangkan. Penampilan dan lagak Lurah Bagong seperti orang dungu. Meskipun demikian Bagong adalah sosok yang tangguh, selalu beruntung dan disayang tuan-tuannya. Maka Bagong termasuk punakawan yang dihormati, dipercaya dan mendapat tempat di hati para kesatria. Istilahnya bagong diposisikan sebagai bala tengen, atau pasukan kanan, yakni berada dalam jalur kebenaran dan selalu disayang majikan dan Tuhan.

cerita punakawan versi bahasa jawa, kata bijak punakawan, punakawan lan watake, filosofi punakawan dalam islam
ciri ciri punakawan, kisah punakawan, cerita punakawan dan pandawa, filosofi wayang punakawan, punakawan yaiku, watake semar yaiku, punakawan gareng, watak petruk, wayang bagong

cerita wayang gareng dalam bahasa jawa, urutan punakawan semar gareng petruk bagong
filosofi semar, siapa semar sebenarnya, watak semar, kesaktian semar, sejarah semar mesem, kata kata semar, kata bijak ki semar , watak semar gareng petruk bagong,

Kuningan Sosok Panakawan Bertuah Sarana Ampuh :
Ketika Anda memiliki rumah, tempat hunian, kantor, gudang, toko, kios, tanah, aset, halaman pekarangan, rumah tusuk sate, menurut perhitungan para sesepuh dahulu diperkirakan mempunyai energy negatif atau kurang membawa keberuntungan,
Memperkuat pancaran keberuntungan dalam diri Anda, sehingga dalam hal apapun Anda lebih berpeluang beruntung.
Memperlancar segala macam urusan Anda.
Keberuntungan dalam karir dan pekerjaan.
Menjadikan Anda lebih beruntung dalam hal karir.
Menjauhkan Anda dari musibah yang dulunya sering menimpa Anda.
Anda lebih beruntung bekerjasama dengan orang-orang yang selalu mendukung Anda menuju kesuksesan.
Memudahkan Anda mengatasi berbagai masalah kehidupan.
supaya ketika anda hidup dalam kemudahan, tiada kekurangan, banyak relasi, keberhasilan dalam bisnis dan usaha, mencapai puncak kejayaan, kekayaan
memberikan energy magis ghaib penetral efek negative,maha raja pagar gaib anti guna-guna, santet dan serangan maupun kiriman black magic.
pemagaran , menghindarkan dan menjaga keselamatan pemilik dari berbagai macam hal yang membahayakan baik secara langsung maupun tidak langsung, Supaya dapat meredam dan terhindar dari semua perkara buruk, efek negative maupun penghambat dari perjalanan laku hidup dan kehidupan,
Mustika maha raja kawibawaan, membuat omongan mempunyai pengaruh besar, memikat dan meluluhkan massa, disegani oleh siapa saja yang bertemu dengan anda,
Insya Allah keberhasilan akan hajat dengan mempunyai Kuningan Sosok Panakawan Bertuah ini Haq sepenuhnya atas izin Allah dan akan berfungsi kepada anda tidak ada pantangan, tidak ada efek samping negative, tidak meminta tumbal.
Demikian ini sekilas informasi tentang Kuningan Sosok Panakawan Bertuah smoga dapat bermanfaat. Bahwa manusia wajib untuk berikhtiar serta berusaha dengan sekuat-kuatnya dan sesungguh-sungguhnya, dan mempercayai bahwa hasil akhir Ridho Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap Segala-gala-NYa.
Waktu Perawatan 1 bulan sekali, cara perawatan dan uborampe disertakan saat pengiriman.

Mas Kawin / Mahar Ikhlas Rp 899.000,-

Contact Person:
Pusaka Center
SMS/ PHONE : + 62822 100 400 55
WhatsApp : + 62822 100 400 55
PIN BB : 2224 B966

tags: