Tirakat Untuk Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan

Senin, Juni 24th 2019. | Batu Mustika Bertuah Ampuh

Tirakat Untuk Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan

Salam Sejahtera, Kami Keluarga Besar Pusaka Center mempersembahkan yang istimewa untuk anda semua, kami mengupas tata laku atau ritual atau tirakat bagi anda yang akan mempelajari atau memang mendalami atau ingin memaksimalkan dalam menggali untuk Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan, dengan mustika sarana laku tirakat ini memiliki Sifat Permanen / Selamanya,

Sudah dimulai ketika jaman kerajaan sampai saat ini bahwa Lelaku atau tirakat adalah suatu cara yang sangat dipercaya dan dilakukan untuk mendapatkan hal tertentu.
Seperti halnya dalam aliran kejawen, Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan juga mengenal ritual, lelaku atau tirakat yang terdiri dari puasa dan bertapa (semedi). Tujuan akhir dari dilakukannya semua lelaku tersebut adalah sama, yaitu untuk mencapai kepekaan mata batin. Meski tujuan akhir dalam harapan yang sama, prosesnya bisa jadi berbeda. Sama-sama membaca mantra, bertapa dan berpuasa, yang diniatkan seorang untuk Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan juga sama tentu saja dengan maksud dan tujuan mengalami kepekaan mata batin sehingga dapat berguna dalam penerapan sesuai dengan kebutuhan yang melakukan.
Sebagian orang rela bertirakat dan berpuasa hingga badannya kurus kering demi mengharapkan ilmu kebatinan, namun mereka melakukannya harus dengan niat dan usaha yang tepat. Puasa maupun semedi ketika diniatkan sebagai jalan untuk memperoleh ilmu batin yang mumpuni, dengan cara usaha yang nyata dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi. Tetapi sebagian orang dalam menjalani lelaku tersebut dengan niat tanpa didukung usaha yang nyata hanya beranggapan dengan begitu sudah cukup, namun hal sesungguhnya yang terjadi kebalikan dari harapannya. Tidak heran jika akhirnya hanya harapan yang mereka dapat.

Supaya dapat berjalan sesuai tujuan maka harus dipahami dengan lebih cermat dan tidak hanya bisa dilihat sepintas saja bahwa lelaku Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan memang terbilang tidak mudah dan harus dipahami dengan detil. Apalagi bagi mereka yang sebelumnya masih sangat awam dengan dunia supranatural.sehingga benar benar mendapatkan hasil yang jelas bukan hanya sekedar masih ada keraguan ya dan tidak.

Kurang lebih yang sering dan umum dilakukan ada sembilan lelaku dalam Tirakat Untuk Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan, kesembilan lelaku tersebut terdiri dari tiga semedi (bertapa) dan enam jenis puasa.

Pengertian Semedi ( bertapa )
Semedi atau Bertapa sebenarnya hampir seperti bermeditasi, tetapi waktu yang diperlukan dalam pelaksanaannya lebih lama. Perbedaan antara meditasi dan semedi biasanya dibatasi dengan hitungan satu hari. Bila bermeditasi dilakukan lebih dari sehari, maka hal demikian dinamakan semedi.
Dalam kurun waktu ratusan tahun, praktisi spiritualis dari tanah Jawa secara umum meyakini semedi atau bertapa sebagai lelaku yang paling efektif untuk membangkitkan kekuatan ghaib dalam diri pelaku untuk Tirakat Untuk Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan atau menghubungkannya atau menyatukan dengan kekuatan ghaib yang berada di luar badan.

Tiga jenis bertapa atau semedi yang umum dilakukan dalam Tirakat Untuk Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan antara lain:

  1. Tapa Pendhem
    Kalimat atau Istilah Tapa Pendhem berasal dari kata ‘pendhem’ yang berarti mengubur atau memendam diri. Disebut demikian karena lelaku ini dilakukan dengan cara memendam atau mengubur diri pelaku di dalam tanah.
    Umumnya Tapa Pendhem dilakukan seperti upacara penguburan mayat, pelaku tirakat dimandikan terlebih dulu,
    kemudian dikafani dan dimasukkan dalam peti mati. Selanjutnya ia dikuburkan dalam tanah bersama seutas tali yang
    diikatkan pada pergelangan tangan sebagai pertanda masih hidup atau tidaknya pelaku pesugihan tersebut.
    Lelaku Tapa Pendhem sangat jarang dilakukan, bisa dibilang hanya satu dari sejuta orang yang berhasil melakoninya.
    Bahkan bisa jadi, orang yang melakukan Tapa Pendhem mengalami kematian sesaat.
  2. Tapa Pati Geni
    Tapa Pati Geni dimaksudkan sebagai rahasia si pelaku, tidak seperti Tapa Pendhem yang dalam
    pelaksanaannya tentu memerlukan bantuan pihak lain. Tapa Pati Geni dilakukan dengan pakaian lengkap, bersih dan
    berada di tempat yang gelap. Tetapi ada juga spiritualis yang melakoni Tapa Pati Geni tanpa sehelai benang pun alias
    telanjang bulat.
    Pati Geni berarti mematikan api, dengan demikian si pelaku harus bersemedi dalam keadaan gelap gulita didalam tempat tertutup dan tidak ada cahaya. Maksud dari dilakukannya Tapa Pati Geni sesungguhnya adalah untuk mematikan api nafsu dalam diri, sehingga si pelaku menjadi siap untuk menahan dirinya demi mendapatkan hasil maksimal yang jauh lebih besar dari sekedar godaan.
    Percaya tidak percaya, dalam sejarah aliran kejawen ada orang yang sanggup mengurung dirinya dalam ruangan gelap
    untuk bertapa Pati Geni selama dua tahun.
  3. Tapa Ngalong
    Kata ‘kalong’ berarti kelelawar. Sedangkan yang disebut dengan Tapa Ngalong adalah lelaku yang dilakukan dalam
    posisi bergantung terbalik, layaknya kelelawar yang bergelantungan tanpa suara.
    Posisi sungsang dengan kepala dibawah dan kaki di atas ini biasanya dilakukan dengan cara bergantung pada dahan
    pohon. Tanpa bergerak layaknya kelelawar. Bila dilakukan dengan sabar dan benar, semedi jenis ini sangat baik untuk
    melatih keteraturan napas dan kepekaan supranatural.
    Umumnya, pelaku Tapa Ngalong biasanya disertai dengan puasa Ngrowot.

Pengertian Puasa
Puasa artinya menahan. Jadi sebenarnya puasa bukan semata-mata soal tidak minum atau tidak makan. Tetapi juga
menahan keinginan-keinginan lain untuk mendapatkan tujuan yang lebih besar.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ada ungkapan yang mengatakan bahwa semua kekuatan bisa ditebus dengan
rasa lapar. Menahan diri untuk mendapatkan pencapaian tertinggi di kemudian hari, termasuk bila hajat yang dituju
adalah hajat Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan .

  1. Puasa Mutih
    Kata ‘mutih’ memang berasal dari kata putih, tetapi yang dimaksud ‘putih’ di sini adalah anyep atau tanpa rasa.
    Sehingga pelaku Puasa Mutih diharapkan agar tidak mengkonsumsi apapun selain nasi putih dan air putih saja.
  2. Puasa Ngebleng
    Puasa Ngebleng dilakukan dengan cara tidak makan dan tidak minum, tanpa terputus selama tiga hingga empat puluh
    hari. Karena membutuhkan penguasaan ilmu ghaib yang mumpuni, tak jarang Puasa Ngebleng disebut-sebut sebagai
    jenis puasa yang menjadikan pemiliknya memiliki karakter makhluk halus, yakni tidak mudah mati. Diyakini oleh sebagian orang, sebagian pelaku Puasa Ngebleng terkenal kesulitan mencapai ajalnya di hari tua.
  3. Puasa Weton
    Weton artinya hari lahir menurut penanggalan Jawa. Berpuasa Weton berarti berpuasa pada tanggal yang merupakan
    hari kelahiran seseorang. Masyarakat Jawa meyakini bahwa weton atau hari lahir merupakan hari naas, hari
    yang sering membawa kesialan. Karena itu baiknya hari weton dijadikan hari untuk bertirakat sesuai tujuan yang ingin
    dicapainya.
  4. Puasa Ngrowot
    Berpuasa Ngrowot berarti menahan diri dari segala macam makanan yang bernyawa atau mengandung unsur hewani. Dengan
    demikian, pelaku Puasa Ngrowot hanya memakan buah dan sayur saja, selayaknya vegetarian.
    Jenis puasa ini merupakan puasa yang paling tepat untuk membersihkan diri secara spiritual untuk tujuan Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan. apabila hajatnya sudah tercapai, pelaku boleh kembali makan seperti biasa.
  5. Tapa Ngrame / Puasa Ngrame
    Tapa Ngrame / Puasa Ngrame termasuk jenis puasa yang memerlukan kemantapan dan keikhlasan hati supaya ringan ketika dijalankan. Dalam hal ini seseorang tersebut diharapkan untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa membawa bekal materi apapun. Serta meluangkan waktu untuk menolong siapapun tanpa pilih pilih yang membutuhkan bantuan tanpa meminta imbalan. Hal ini dimaksudkan agar mampu membedakan, menilai, menelaah, membaca, dan menyimpulkan karakter antara orang yang satu dan orang yang berbeda, bahkan dalam arti yang seluas luasnya mengamalkan ilmu penaklukkan massa dengan lelaku kebaikan.
  6. Puasa Mader Bungkuk
    Nama Puasa Mader Bungkuk sebenarnya merujuk pada hewan udang. Dalam bahasa Jawa, udang disebut urang.
    Sedangkan inti dari Puasa Mader Bungkuk adalah mengurangi porsi makan. Jadi bukan tidak makan sama sekali. Tetap
    makan sehari tiga kali, tapi setiap kali makan hanya satu porsi. Tidak boleh menambah sedikitpun.
    Misalnya, ketika makan Anda meletakkan sekepal nasi dan lauk di atas piring. Lalu Anda mulai makan. Maka hanya
    yang ada di atas piring itulah yang boleh dimakan, Anda tidak boleh menambah lauk lagi, juga tidak boleh menambah
    nasi lagi.
    Tidak diperkenankan memakan camilan selama melakoni Puasa Mader Bungkuk.
    Dari kesembilan lelaku tersebut, tidak semuanya dilakukan dalam setiap ritual Pesugihan Jawa. Ada yang memadukan
    satu atau dua diantaranya, bahkan ada juga yang telah menyempurnakan tirakat Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan sehingga pengamal tinggal menjalankan yang ringan-ringan saja. Sementara tirakat intinya dilakoni oleh guru yang berperan sebagai
    perantara.

Apakah Anda tertarik untuk mengamalkan lelaku Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan sendiri atau mengikuti bimbingan guru sebagai perantara anda?

Tentu saja kami memberikan kemudahan jika anda ingin mendapatkan kemudahan untuk Membuka dan Mengolah Ilmu Kebatinan sehingga dengan petunjuk dan arahan, tatacara, yang mudah dan simple anda akan mendapatkan Ilmu Kebatinan yang anda cari bahkan anda dapat melakukan serangkaian ujicoba terhadap benda benda pusaka atau area yang dianggap angker di sekitar anda.

Insya Allah keberhasilan akan hajat dengan Tirakat Untuk Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan ini Haq sepenuhnya atas izin Allah dan akan berfungsi kepada anda tidak ada pantangan, tidak ada efek samping negative, tidak meminta tumbal, dapat merawat dengan baik.
Demikian ini sekilas informasi tentang Tirakat Untuk Membuka Dan Mengolah Ilmu Kebatinan semoga dapat bermanfaat. Bahwa manusia wajib untuk berikhtiar serta berusaha dengan sekuat-kuatnya dan sesungguh-sungguhnya, dan mempercayai bahwa hasil akhir Ridho Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap Segala-gala-NYa.
Waktu Perawatan 1 bulan sekali, cara perawatan dan uborampe disertakan saat pengiriman.
Pendukung sarana untuk menghindarkan dari gangguan ghaib Mustika Puser Jagad

Mas Kawin / Mahar Ikhlas Rp 1.789.000,-

Contact Person:

Pusaka Center
PHONE : + 62822 100 400 55
SMS : + 62822 100 400 55
Konsultasi: + 62822 100 400 55

Incoming search terms:

tags: