Sejarah Asal Usul Desa Galagamba Ciwaringin

Senin, April 24th 2017. | MISTIK NEWS

Sejarah Asal Usul Desa Galagamba Ciwaringin

Salam Sejahtera, Kami Keluarga Besar Pusaka Center mempersembahkan yang istimewa untuk anda semua,
untuk menambah pengetahuan mengenai sebuah desa yang ada di Jawa Barat.

Sejarah Asal Usul Desa Galagamba Ciwaringin

Pada sekitar tahun 1400-an di sebuah kaki Gunung Kromong. Ada sebuah hutan belantara yang banyak dihuni oleh para dedemit dan berbagai binatang yang buas seperti macan, celeng dan sebagainya.
Disuatu tempat yang disebut Rajagaluh ada Kasatria bernama Ki winata yang mempunyai badan yang tegap dan penuh dengan sopan santun dan juga sangat sakti. Ki Winata kemudian membangun sebuah gubug dan dijadikannya sebagai tempat tinggal, tidak hanya itu beliau juga membuat balai dari kayu jati yang sangat besar sekali untuk tempat menjamu tamu. Semakin hari tempat tersebut menjadi sangat terkenal, kemudian semakin ramai. Ramainya tempat tersebut akhirnya mengundang perhatian dan Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. Akhirnya Raja Prabu Siliwangi tersebut datan dengan rombongan untuk mengunjungi tempat tersebut. Ketika tiba ditempat tersebut maka disambutlah sang raja.
Prabu Siliwangi sangat terkagum dengan salah satu balai yang besar tersebut. Prabu Siliwangi kemudian bertanya kepada Ki Winata apa nama pedukuhan tersebut ? Maka dijawab oleh Ki Winata kalau pedukuhan tersebut belum diberi nama. Maka kemudian Sang Prabu memberi nama pedukuhan tersebut dengan nama “ GALAGAMBA ”. Gala artinya Balai sedangkan Amba adalah luas jadi “ GALAGAMBA ” Artinya adalah Balai yang luas atau besar.
Selepas kepergian sang prabu, Ki Winata meninggal dunia, yang kemudian dikuburkan disuatu tempat yang bernama Raga Sawangan. Raga Sawangan dulunya ketika masyarakat menebang jati maka keesokan harinya jati itu tumbuh kembali. Maka Ki Winata merasa bertanggung jawab untuk membersihkan masalah tersebut yang kemudian menghadap Sunan Jati Purba.
Maka sang Sunan dan Ki Winata merencanakan untuk menebang pohon tersebut dengan memulai berdoa. Maka dalam pandangan mata bathin beliau maka dilihatnya ada raga yang bersandar dipohon tersebut. Maka setelah raga tersebut diusir maka pohon tersebut dapat ditebang sehingga tempat tersebut dikenal dengan “ RAGA SAWANGAN ”.
Tidak hanya di Blok Ragasawangan, di Blok Dukumire ada yang disebut dengan adanya Pustaka Lawang Gada yang banyak orang dapat memohon barokahnya. Dan salah satu yang menjadi terkenal adalah di Blok Nagrog dengan adanya Harimau Siliwangi Putih yang saat ini masih dipercaya dan masih terus berkeliling sepanjang makam kompleks Masjid Al-Ikhlas yang pertama kali dibangun oleh Almukaromah Kiai Marjuki sekitar tahun 1800-an. Sebagai salah satu sesepuh para Kiai yang ada di Babakan dan Kempek. Yang kemudian dipugar dengan bentuk modern oleh Kiai Tarmidi pada tahun 1930-an yang kala itu pada masa Jepang menjabat sebagai Kepala Kantor Agama Wilayah Cirebon yang membawahi Kuningan, Majalengka dan Indramayu.

Tradisi Mengenang Tokoh Ki Winata
Ratusan warga Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, kemarin mengarak benda-benda pusaka peninggalan leluhur mereka seperti keris, tombak, tongkat dan lainnya mengelilingi empat titik perbatasan di desa tersebut di Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Tradisi yang oleh warga setempat diberi nama “ngarak buyut” itu telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu agar masyarakat terbebas dari ancaman pengeplug (serangan penyakit), mendapatkan kesejahteraan sekaligus sebagai tolak bala. Dalam tradisi itu, benda-benda pusaka dijadikan satu dan dibalut dalam kain putih kemudian dibawa oleh ahli waris leluhur mengelilingi desa.
Tak jarang dari masyarakat setempat yang berusaha memegang benda pusaka itu dan mengusapkannya ke muka. Mereka beranggapan, dengan melakukan hal itu, mereka akan mendapatkan berkah dan mendapatkan kemudahan dalam mencari rejeki.

“Adat ngarak buyut ini sudah turun-temurun dari nenek moyong dulu, dan pusaka itu merupakan milik Ki Gede Galagamba, yang ditempatkan di Balegede,” kata Kuwu Desa Galagamba.
Kuwu Desa Galagamba menceritakan, pusaka-pusaka itu dikeluarkan setahun sekali tujuannya untuk tolak bala, terhindar dari serangan penyakit dan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. “Sehingga desa ini tetap kondusif perekonomiannya, terus meningkat hasil pertaniannya, tidak ada serangan hama, tidak ada penyakit yang menyerang warga. Untuk itu, tradisi mengarak buyut ini terus dilakukan, dan waktunya juga bukan kita yang menentukan tetapi ahli waris yang menjadi kuncen penjaga pusaka-pusaka di Balegede itu,” papar kuwu.

Menurutnya, Ki Gede Galamba merupakan orang sakti dan konon menurut ceritanya ada pohon jati yang tumbuh di Blawong Desa Tangkil, Kecamatan Susukan yang tidak bisa dipotong oleh siapapun, sehingga Sunan Gunung Jati membuat sayembara untuk memotong pohon jati. Dan hanya Ki Gede Galagamba yang bisa melakukannya.
Dikatakannya warga yang mengikuti ngarak buyut, percaya bahwa dengan berjalan mengelilingi desa akan mendapat barokah dari benda-benda pusaka itu. “Balegede (tempat duduk) yang terbuat dari jati itu merupakan pemberian Sunan Gunung Jati karena Ki Gede bisa memotong jati itu, dan Balegede itu merupakan tempat untuk bermusyawarah para leluhur pada saat itu,” ungkap kuwu.

bale gede villas tripadvisor, grand balisani suites, balisani hotel seminyak bali, balisani padma hotel
kamus bahasa cirebon, translate bahasa cirebon, kamus bahasa cirebon online, percakapan bahasa cirebon, kamus bahasa indramayu, kamus bahasa cirebon download

Kami juga Menyediakan koleksi koleksi yang diperlukan untuk pusaka pendamping atau ageman sarana pendukung hajat,
Ketika Anda memiliki rumah, tempat hunian, kantor, gudang, toko, kios, tanah, aset, halaman pekarangan, rumah tusuk sate, menurut perhitungan para sesepuh dahulu diperkirakan mempunyai energy negatif atau kurang membawa keberuntungan,
Memperkuat pancaran keberuntungan dalam diri Anda, sehingga dalam hal apapun Anda lebih berpeluang beruntung.
Memperlancar segala macam urusan Anda.
Keberuntungan dalam karir dan pekerjaan.
Menjadikan Anda lebih beruntung dalam hal karir.
Menjauhkan Anda dari musibah yang dulunya sering menimpa Anda.
Anda lebih beruntung bekerjasama dengan orang-orang yang selalu mendukung Anda menuju kesuksesan.
Memudahkan Anda mengatasi berbagai masalah kehidupan.
supaya ketika anda hidup dalam kemudahan, tiada kekurangan, banyak relasi, keberhasilan dalam bisnis dan usaha, mencapai puncak kejayaan, kekayaan
Memberikan energy magis ghaib penetral efek negative,
pemagaran , menghindarkan dan menjaga keselamatan pemilik dari berbagai macam hal yang membahayakan baik secara langsung maupun tidak langsung, Supaya dapat meredam dan terhindar dari semua perkara buruk, efek negative maupun penghambat dari perjalanan laku hidup dan kehidupan

Demikian ini sekilas informasi tentang Sejarah Asal Usul Desa Galagamba Ciwaringin smoga dapat bermanfaat. Bahwa manusia wajib untuk berikhtiar serta berusaha dengan sekuat-kuatnya dan sesungguh-sungguhnya, dan mempercayai bahwa hasil akhir Ridho Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap Segala-gala-NYa.

Konsultasi Hubungi
Contact Person:

Pusaka Center
SMS/ PHONE: + 62822 100 400 55
WhatsApp : + 62822 100 400 55
Konsultasi: + 62822 100 400 55
PIN BB : 2224 B966

tags: