BERBAGAI VERSI TENTANG AJIAN BANDUNG BONDOWOSO AMPUH – LEGENDA RORO JONGGRANG – BANDUNG BONDOWOSO

Selasa, Oktober 18th 2016. | MISTIK NEWS

BERBAGAI VERSI TENTANG AJIAN BANDUNG BONDOWOSO AMPUH – LEGENDA RORO JONGGRANG – BANDUNG BONDOWOSO,
AJIAN BANDUNG BONDOWOSO AMPUH

Secara khusus, asal usul ajian bandung bondowoso memang masih simpang siur. Ada yang menyebut jika ajian ini adalah warisan dari Nabi Sulaiman, namun ada pula yang meyakini jika ajian tersebut berasal murni dari leluhur bangsa Jawa. Terlepas dari asal-usulnya, ajian bandung bondowoso memang telah terbukti memiliki kekuatan yang dahsyat. Beberapa bukti kedahsyatannya itu yang dapat kita lihat hingga sekarang misalnya kompleks candi prambanan dan gunung tangkuban perahu. Ya, kompleks candi prambanan dipercaya terlahir karena Bandung Bondowoso menggunakan ajian ini untuk memerintahkan bala tentara jin bergerak membangun 1000 candi. Begitupun dengan gunung tangkuban perahu yang berhasil dibuat oleh sangkuriang saat ingin mempersunting ibunya sendiri.
Ajian bandung bondowoso sendiri, berdasarkan informasi yang di peroleh dari berbagai narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari tingkat penggunaannya sebagai ilmu kebal, hingga tingkat penguasaan sempurna yang membuat pemiliknya dapat membuat raja-raja jin di sekitar tempat tinggalnya tunduk sendiko dawuh kepadanya.

Cara Mendapatkan Ajian Bandung Bondowoso Sejatinya, dapat dimiliki oleh setiap orang yang memiliki kesungguhan dan niat tulus. Ajian ini dapat dipelajari sendiri namun harus didampingi guru berpengalaman yang juga sudah memiliki ajian ini. Mengenal Ajian Ajian Yang lain seperti Ajian Pancasona (Rawa Rontek) Si Ilmu Kebal Mengenali Ajian Lembu Sekilan, Si Ilmu Kebal Ajian Brajamusti, Kedahsyatan,dll
Cara Mendapatkannya Untuk amalan yang harus dilakukan, setidaknya kita harus melaksanakan puasa selama 30 hari dimulai pada Sabtu Kliwon bulan Suro, kemudian dilanjut dengan puasa ngebleng 7 hari, dan puasa patigeni di hari terakhir. Selama melakukan tirakat, kita diharuskan banyak berdzikir, melaksanakan sholat wajib dan sunah, dan memohon kepada Gusti agar diberikan amanah untuk memiliki ajian bandung bondowoso ini. Di akhir tirakat, guru Anda akan menurunkan ilmunya melalui upacara “Ngobong Nyowo”. Upacara ini dilakukan pada malam Senin Pahing di tengah tanah lapang. Upacara ini dilakukan dengan maksud agar jiwa Anda siap memikul amanah untuk memiliki ajian bandung bondowoso, tidak bersifat tinggi hati, dan dapat menggunakan ajian ini hanya ketika benar-benar dibutuhkan. Setelah melakukan upacara Ngobong Nyowo, setiap kali Anda mengalami gangguan atau kesusahan,
bacalah mantra ajian bandung bondowoso dibawah ini, tak berselang lama Anda akan melihat ribuan jin yang tunduk di hadapan Anda, siap membantu, dan menerima titah dari mulut Anda. Yang jelas, di saat seperti itu Anda harus memerintahkan sesuatu yang sifatnya baik dan tidak merugikan orang, karena jika tidak, nyawa Andalah yang menjadi taruhannya.
“Sun matek aji, ajiku Bandung Bondowoso, Kang mengkoni ratuning wesi, Kulitku tembaga, Dagingku wojo, Ototku kawat, Balungku wesi, Bayuku rasa, Dengkulku paron, Heh, ya aku Bandung Bondowoso, Ratuning gegaman tan ono, Tumono ing badanku.”

ajian-bandung-bondowoso-ampuh3 raja-khodam-ajian-bandung-bondowoso

KISAH KESAKTIAN BANDUNG BONDOWOSO

Konon di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang bertetangga, Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur, dipimpin oleh Prabu Damar Maya. Ia berputra Raden Bandung Bondowoso (Bandawasa) yang gagah perkasa dan sakti. Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh raksasa pemakan manusia bernama Prabu Baka. Ia dibantu oleh seorang patih bernama Gupala. Meskipun berasal dari bangsa raksasa, Prabu Baka memiliki putri cantik bernama Rara Jonggrang.
Untuk memperluas kerajaan, Prabu Baka menyerukan perang kepada kerajaan Pengging. Pertempuran meletus di kerajaan Pengging. Akibatnya, banyak rakyat Pengging tewas, menderita kelaparan, dan kehilangan harta benda. Demi mengakhiri perang, Prabu Damar Maya mengirimkan putranya untuk menghadapi Prabu Baka. Berkat kesaktiannya, Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Ketika Patih Gupala mendengar kabar kematian junjungannya, ia segera melarikan diri, kembali ke kerajaan Baka. Ketika sang patih tiba di Keraton Baka, ia segera melaporkan kabar kematian Prabu Baka kepada Putri Roro Jongrang. Sang putri pun meratapi kematian ayahnya.

Setelah kerajaan Baka jatuh ke dalam kekuasaan Pengging, Pangeran Bandung Bondowoso menyerbu masuk ke dalam Keraton Baka. Pada pertemuan pertamanya dengan Putri Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso langsung terpikat oleh kecantikan sang putri. Ia pun jatuh cinta dan melamar sang putri, tetapi lamarannya ditolak, karena sang putri tidak mau menikahi pembunuh ayahnya dan penjajah negaranya. Karena Bandung Bondowoso terus membujuk dan memaksa, akhirnya sang putri bersedia dipersunting, namun dengan dua syarat yang mustahil untuk dikabulkan. Syarat pertama adalah pembuatan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda. Syarat kedua adalah pembangunan seribu candi hanya dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi kedua syarat tersebut.
Sang pangeran berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda berkat kesaktiannya. Setelah sumur selesai, Roro Jonggrang berusaha memperdaya sang pangeran agar bersedia turun ke dalam sumur dan memeriksanya. Setelah Bandung Bondowoso turun, sang putri memerintahkan Gupala untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu. Akan tetapi, Bandung Bondowoso berhasil keluar dengan cara mendobrak timbunan batu berkat kesaktiannya. Bondowoso sempat marah, namun segera tenang karena kecantikan dan bujuk rayu sang putri.

KUTUKAN RORO JONGGRANG

Untuk mewujudkan syarat kedua, sang pangeran memanggil makhluk halus, jin, setan, dan dedemit dari perut Bumi. Dengan bantuan makhluk halus ini, sang pangeran berhasil menyelesaikan 999 candi. Ketika Rara Jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir rampung, sang putri berusaha menggagalkan tugas Bondowoso. Ia membangunkan dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk mulai menumbuk padi. Ia juga memerintahkan agar gundukan jerami dibakar di sisi timur. Mengira bahwa pagi telah tiba dan sebentar lagi matahari akan terbit, para makhluk halus lari ketakutan bersembunyi masuk kembali ke perut Bumi. Akibatnya, hanya 999 candi yang berhasil dibangun sehingga usaha Bandung Bondowoso gagal. Setelah mengetahui bahwa semua itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat Rara Jonggrang, Bandung Bondowoso amat murka dan mengutuk Rara Jonggrang agar menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca terindah untuk menggenapi candi terakhir.
Menurut kisah ini, situs Ratu Baka di dekat Prambanan adalah istana Prabu Baka, sedangkan 999 candi yang tidak rampung kini dikenal sebagai Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama di Prambanan adalah perwujudan sang putri yang dikutuk menjadi batu dan tetap dikenang sebagai Roro Jonggrang yang berarti “gadis yang ramping”.

arca-rara-jonggrang arca-roro-jonggrang2

LEGENDA PUTRI RORO JONGGRANG DAN BANDUNG BONDOWOSO

Legenda putri Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso erat kaitannya dengan candi Prambanan, dimana candi ini juga memiliki nama lain yakni candi Roro Jonggang. Alkisah pada jaman dahulu kala terdapatlah dua buah kerajaan Hindu yang ada di Pulau Jawa dan terletak di dekat daerah yang sekarang bernama Prambanan. Kerajaan itu adalah kerajaan Pengging dan Keraton Boko. Kerajaan
Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan memiliki seorang putra laki – laki yang bernama Bandung Bondowoso. Sedangkan kerajaan Pengging yang berada di wilayah kerajaan Pengging diperintah oleh seseorang raja yang kejam, dan memiliki wujud bukan manusia tetapi seorang raksasa yang suka makan daging manusia yang bernama Prabu Boko. Meski berwujud raksasa, Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik seperti bidadari yang bernama Putri Roro Jonggrang beliau memiliki kecantikan bak seorang dewi dari kayangan. Dalam kerajaannya Prabu Boko memiliki seorang patih yang bernama Patih Gupolo, beliau adalah seorang yang sakti mandraguna.
Suatu kali Prabu Boko dan Patih Gupolo merencanakan untuk memberontak kepada kerajaan Pengging dan dibuatlah rencana itu sematang – matangnya dengan mengumpulkan perbekalan dari memeras rakyatnya serta melatih pemuda di kerajaannya untuk menjadi prajurit. Setelah wajtunya tiba, berangkatlah prabu Boko ke kerajaan Pengging untuk berperang. Dan terjadilah peperangan yang dasyat antara prajurit kedua kerajaan itu dan banyaklah korban berjatuhan di kedua belah pihak.

Dan akhirnya banyak rakyat dari kerajaan Pengging yang menjadi menderita dan kelaparan. Karena sudah banyak rakyatnya yang menderita maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya sendiri yakni Bandung Bondowoso untuk maju ke medan pertempuran melawan prabu Boko dan terjadilah pertempuran yang sengit antara dua orang tersebut dan akhirnya prabu Boko dapat dikalahkan. Melihat rajanya tewas, patih Gupolo melarikan diri ke kerajaannya. Dan melaporkan kematian tersebut ke putri Roro Jonggrang. Putri Roro Jonggrang begitu sedih mendengar ayahandanya yang sudah meninggal. Bandung Bondowoso yang mengejar patih Gupolo akhirnya sampai ke kraton Boko dan disana ia bertemu dengan putri Roro Jonggrang.
Alih-alih ingin mencari patih Gupolo, Bandung Bondowoso akhirnya malah tertarik dengan sang putri dan berniat untuk melamarnya untuk dijadikan istri. Namun sang putri ingin menolak karena pemuda inilah yang membunuh ayahandanya, maka ia membuat sebuah siasat untuk bisa membalas dendam Sang putri Roro Jonggrang meminta dua buah hal kepada Bandung Bondowoso. Yang pertama adalah membuat sebuah sumur yang dalam. Dan dengan kesaktiannya Bandung Bondowoso membuat sebuah sumur yang dalam yang ia beri nama sumur Jala Tunda. Dan ia segera memanggil sang putri untuk melihat sumur yang sudah ia buat. Putri Roro Jonggrang menyuruh Bandung Bondowoso untuk masuk kedalam sumur, dan setelah ia berada di dalam sumur putri Roro Jonggrang beserta patih Gupolo menimbun sumur tersebut dengan batu supaya Bandung Bondowoso mati.

Namun ternyata kesaktian Bandung Bondowoso memang luar biasa, ia bisa meloloskan diri dari sumur itu dengan bersemedi. Saat ia sudah selamat dari maut, ia langsung menuju ke istana Boko dengan amarah yang meledak-ledak. Bandung Bondowoso murka Karena putri Roro Jonggrang berusaha untuk membunuhnya. Namun dengan bujuk rayu yang dibuat oleh Roro Jonggrang maka redalah amarah yang ada di dada Bandung Bondowoso. Dan mulailah putri Roro jonggrang meminta janji yang kedua kepada Bandung Bondowoso. Ia meminta untuk dibuatkan 1000 buah candi dalam semalam yang diperkirakan akan gagal dilaksanakan olehnya. dan Bandung Bondowoso setuju dengan permintaannya, Maka dibantu oleh ribuan jin pengerjaan candi tersebut dimulai, menjelang tengah malam pembangunan sudah hampir selesai, dan roro jonggrang yang ketakutan akhirnya membuat siasat dengan membakar jerami sehingga pemandangan menjadi lebih terang sehingga berkokoklah ayam.
Akhirnya jin yang membantu pengerjaan candi tersebut akhirnya melarikan diri, sedangkan candi yang dibangun sudah mencapai 999 buah. Mengetahui usahanya gagal karena ulah Putri Roro Jonggrang maka murkalah Bandung Bondowoso dan mengutuklah Putri Roro Jonggrang dengan berkata wahai Roro Jonggrang karena candi kurang satu, maka dirimulah yang akan menjadi yang ke seribu dan anehnya Putri Roro Jonggrang akhirnya menjadi sebuah Arca Batu. Dan arca batu tersebut sampai sekarang ada di candi Prambanan. Sedangkan bagi para gadis yang membantu membakar jerami untuk membantu Putri Roro Jonggrang, Raden Bandung Bondowoso mengutuknya menjadi perawan kasep alias perawan tua.
Dan menurut kepercayaan orang dahulu melarang orang yang sedang pacaran untuk mengunjung candi Prambanan karena akan putus cintanya.
HIKAYAT BANDUNG BONDOWOSO – RORO JONGGRANG ( LEGENDA CANDI SEWU ).

Pada jaman dahulu kala, di satu wilayah di pulau Jawa ada sebuah kerajaan yang dikenal orang dengan nama kerajaan Pengging. Kerajaan Pengging dipimpin oleh searang raja yang dikaruniai seorang putera bernama Joko Bandung. Seperti halnya sang ayah, Joko Bandung adalah pemuda yang gagah perkasa dan sakti mandraguna. Bahkan karena kecintaannya dengan ilmu kanuragan dan ilmu olah jiwa, Joko Bandung banyak berguru kepada para pertapa sakti. Sehingga konon kabarnya kesaktian Joko Bandung jauh melebihi kesaktian ayahnya.
Sementara di bagian sebelah selatan wilayah kerajaan Pengging, terdapat satu kerajaan lain yang bernama kerajaan Prambanan. Kerajaan Prambanan ini dipimpin oleh seorang raja dengan perawakan tinggi besar, sehingga sebagian besar rakyatnya menganggap rajanya adalah keturunan raksasa. Sang raja ini dikenal dengan sebutan Ratu Boko, dia mempunyai seorang puteri yang berwajah cantik jelita yang bernama Roro Jonggrang.
Pada suatu ketika, terjadi permusuhan antara kerajaan Pengging dan kerajaan Prambanan yang berujung pada terjadinya peperangan besar antara dua kerajaan tersebut. Pada peperangan tersebut raja Pengging mengalami kekalahan, banyak dari tentara Pengging yang mati di medan perang. Mendengar kekelahan kekalahan ayahnya itu, Joko Bandung segera pergi meninggalkan kerajaan Pengging untuk menyusul dan bergabung dengan pasukan sang ayah. Dalam perjalanannya, di tengah suatu hutan rimba, Joko Bandung bertemu dan berkelahi dengan seorang raksasa bernama Bondowoso. Dalam perkelahian itu raksasa Bondowoso mengalami kekalahan. Menjelang ajalnya, Bondowoso yang sebenarnya juga berilmu tinggi ini ternyata roh-nya menyusup dan menyatu ke dalam tubuh Joko Bandung. Maka sejak saat itulah putera raja Pengging tersebut bernama Joko Bandung Bondowoso atau lebih dikenal dengan Bandung Bondowoso.

Setelah mengalahkan Bondowoso, Joko Bandung segera melanjutkan perjalanan menyusul pasukan ayahnya. Setelah berhasil bergabung dengan ayahnya, Joko Bandung yang telah berganti nama menjadi Bandung Bondowoso ini segera maju ke medan perang. Berhari-hari terjadi pertempuran yang seru antara Bandung Bondowoso dengan Ratu Boko. Sampai pada akhirnya, Bandung Bondowoso dapat mengalahkan dan membunuh Ratu Boko. Kerajaan Prambanan pun takluk di bawah kerajaan Pengging.
Ketika Bandung Bondowoso memasuki istana kerajaan Prambanan dan memasuki kaputren (tempat tinggal puteri raja), ia melihat Roro Jonggrang yang cantik jelita, seketika itu juga Bandung Bondowoso langsung jatuh cinta dengan sang puteri dan berniat memperisterinya. Roro Jonggrang berusaha menolak keinginan dari Bandung Bondowoso tersebut, karena ia tahu bahwa pembunuh ayahnya adalah Bandung Bondowoso.
Tapi karena kerajaan Prambanan sekarang adalah kerajaan taklukkan dari kerajaan Pengging, maka untuk menolak begitu saja pinangan Bandung Bondowoso tersebut Roro Jonggrang tidak berani. Maka Roro Jonggrang mengajukan syarat yang ia pikir Bandung Bondowoso tidak akan bisa memenuhinya. Roro Jonggrang mau diperisteri Bandung Bondowoso, asalkan Bandung Bondowoso bisa membuatkan seribu candi dan dua buah sumur yang sangat dalam, hanya dalam waktu satu malam.

Di luar dugaan Roro Jonggrang, Joko Bandung yang tubuhnya telah disusupi oleh raksasa Bondowoso itu menyanggupi permintaannya. Dengan bantuan raksasa Bondowoso, Joko Bandung meminta bantuan para jin dan mahkluk halus lainnya untuk membuatkan seribu candi dan dua sumur dalam waktu satu malam. Setelah matahari mulai tenggelam, para jin dan mahkluk halus tersebut mulai bekerja membangun candi, satu persatu dengan sangat cepatnya candi-candi permintaan Roro Jonggrang itu telah berdiri terbangun. Melihat kejadian tersebut, Roro Jonggrang mulai kuatir karena bangunan candi sudah terbangun begitu banyaknya, sedangkan malam belum juga berakhir. Ia mulai berpikir untuk menggagalkan pekerjaan Bandung Bondowoso tersebut. Lepas tengah malam Roro Jonggrang membangunkan para gadis di kerajaan Prambanan, ia menyuruh para gadis itu agar menumbuk padi sambil memukul-mukulkan alu pada lesung sehingga kedengaran suara riuh.Ayam jantanpun mulai berkokok sahut-sahutan. Mendengar suara tersebut, para jin dan mahkluk halus segera menghentikan pekerjaan mereka dan bergegas pergi meninggalkan tempat pembangunan candi itu.

Mereka menyangka hari telah pagi dan matahari hampir terbit. Candi-candi yang telah berdiri itu, setelah dihitung oleh Bandung Bondowoso ternyata hanya berjumlah 999 candi, masih kurang satu. Bandung Bondowoso-pun sangat marah, karena kegagalannya terjadi disebabkan oleh tipu muslihat dari Roro Jonggrang. Saat itu juga keluarlah kata-kata dari mulut Bandung Bondowoso, “Roro Jonggrang, kamu hanya mencari alasan. Kalau memang tidak mau katakan tidak mau, jangan mengelabuiku. Kamu memang keras kepala seperti batu !” Karena kesaktian dari Bandung Bondowoso, kata-kata yang diucapkan itupun terwujud, seketika Roro Jonggrang berubah menjadi arca besar, untuk melengkapi satu kekurangan dari bangunan candi tersebut. Kemarahan Bandung Bondowoso tidak hanya sampai disitu, ia juga mengutuk para gadis sekitar Prambanan yang telah membantu Roro Jonggrang berbuat curang, bahwa mereka tidak akan menikah sampai mereka berumur tua.
Sampai saat ini candi yang dibangun oleh para jin dan makluk halus tersebut masih berdiri disebelah utara Candi Prambanan. Meskipun jumlahnya tidak genap seribu tapi orang-orang tetap menyebutnya dengan Candi Sewu (Candi Seribu). Sedangkan arca dari puteri Roro Jonggrang sampai saat ini masih tersimpan di dalam candi Brahma (salah satu dari tiga candi utama) di lokasi Candi Prambanan. Kabarnya saat arca Roro Jonggrang ini terkena cahaya bulan purnama, ia akan memancarkan cahaya kemerah-merahan, hal itu dipercaya sebagian orang merupakan usaha Roro Jonggrang untuk menunjukkan keberadaannya. Sementara cerita yang banyak beredar di masyarakat adalah bahwa arca Roro Jonggrang mempunyai aura yang sangat kuat di saat-saat tertentu, Begitu kuatnya aura itu terpancar sampai seolah-olah memanggil para pengunjung candi mendekati arca Roro Jonggrang.
Di sebelah selatan dari Candi Prambanan, terdapat situs Candi Boko, yang dipercaya banyak orang sebagai bagian lokasi dari keraton Ratu Boko pada saat itu. Dan percaya atau tidak, akibat kutukan dari Bandung Bondowoso terhadap gadis-gadis sekitar Prambanan saat itu, maka kabarnya hingga sekarang di daerah itu kebanyakan gadis-gadisnya tidak juga menikah sebelum usianya beranjak tua, atau sebelum mereka pindah ke daerah lain.
Kalau anda berkunjung ke kota Jogjakarta, sempatkanlah mengunjungi Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Boko. Datanglah pada sore hari, maka anda akan dapat merasakan mistisnya Candi Prambanan, romantisnya Candi Sewu, dan eksotisnya candi Boko. Tepat saat bulan purnama, anda juga menyaksikan pagelaran Sendra Tari Ramayana, yang digelar di pelataran barat Candi Prambanan.
Demikianlah akhir dari Berbagai versi Tentang Ajian BAndung Bondowoso Ampuh – Legenda Roro Jonggrang – Bandung Bondowoso,
Penafsiran Legenda ini adalah dongeng atau cerita rakyat yang menjelaskan asal mula yang ajaib dari situs-situs bersejarah di Jawa, yaitu Keraton Ratu Baka, Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama Prambanan. Meskipun candi-candi ini berasal dari abad ke-9, akan tetapi diduga dongeng ini disusun pada zaman yang kemudian yaitu zaman Kesultanan Mataram.
Semoga dengan membaca artikel ini, wawasan kita semakin bertambah sehingga bisa melestarikannya untuk anak dan cucu kita kelak. Semoga bermanfaat.

ajian-bandung-bandowoso ajian-bandung-bondowoso-ampuh

Incoming search terms:

tags: